Photo :Konferensi Pers Polda Sumut atas kasus Penggunaan Alat Rapid Test Bekas

VIAKLIK.COM - Medan | Polda Sumatera Utara kini menetapkan lima orang sebagai tersangka atas kasus penggunaan alat tes cepat atau rapid test bekas, setelah penggeledahan yang dilakukan pada hari Selasa, (27/04/21) oleh Tim Subdit IV Ditreskrimsus Kepolisian Daerah Sumatera Utara (Poldasu).

Kapolda Sumatera Utara, Irjen Pol Panca Putra Simanjuntak, dalam konferensi persnya pada Kamis, 29 April 2021 sore hari, mengatakan, lima tersangka kasus penggunaan alat rapid test bekas berinisial, PM, SR, DJ, M dan R dimana tersangka merupakan karyawan Kimia Farma Diagnostik yang berpusat di salah satu laboratorium Jalan RA Kartini Kota Medan.

Irjen Pol Panca Putra Simanjuntak mengatakan, modus yang dilakukan para tersangka adalah dengan mendaur ulang stik atau cotton buds untuk mengambil sampel swab antigen kepada calon penumpang bandara KNIA yang ingin memeriksa kondisi kesehatan dari Covid-19.

Pelaku berinisial PM yang menjadi aktor utama dalam kasus ini menjabat sebagai business manager. Kegiatan tersebut diduga dilakukan sejak Desember 2020, dibantu dengan empat pelaku lainnya

"Dari hasil penyidikan sementara yang kami lakukan, kelima tersangka tersebut telah melanggar pasal 98 ayat (3) jo pasal 196 undang-undang nomor 36 tahun 2009 tentang kesehatan serta pasal 8 huruf (b), (d) dan (e) jo pasal 62 ayat (1) undang - undang nomor 8 tahun 1999 tentang perlindungan konsumen," Ujar Irjen Pol Panca Putra Simanjuntak dalam keterangannya.

Irjen Pol Panca Putra Simanjuntak juga menambahkan, keuntungan yang diraup seluruh tersangka dari hasil penggunaan alat rapid test bekas tersebut sejak bulan Desember 2020, diprediksi mencapai Rp1,8 miliar.

Seluruh barang bukti, yakni ratusan paket alat tes cepat, uang Rp177 juta dan puluhan lainnya sudah disita petugas.

Kemungkinan adanya tersangka lain yang terlibat, kami masih menunggu hasil penyidikan lebih lanjut.

Editor    : Redaksi VIAKLIK.COM