Photo : Jack MA pendiri Perusahaan Alibaba (Foto : AFP)

VIAKLIK.COM - Internasional | Berita negatif kembali datang menghampiri Jack Ma setelah kontroversi-Nya mengkritik pemerintah Cina beberapa bulan yang lalu.

Terbaru, Alibaba, yang merupakan perusahaan e-commerce terbesar di Cina milik jack ma secara resmi diselidiki oleh pemerintah Cina terkait dugaan praktik monopoli.

Alibaba sebenarnya telah diselidiki sejak Desember 2020 oleh regulator China. Salah satu tuduhannya, Alibaba diduga melarang pedagang di situsnya untuk mendaftar di platform toko online lain.

Atas dasar tuduhan-tuduhan ini, regulator anti-monopoli China akan menjatuhkan denda yang cukup besar terhadap perusahaan Jack MA tersebut jika benar terbukti bersalah melakukan praktik monopoli.

Dikutip dari Wall Street Journal, Alibaba kemungkinan akan didenda lebih dari USD 975 juta atau dalam kisaran Rp. 14 triliun. Perusahaan chip Qualcomm sebelumnya juga telah pernah didenda sebesar nilai tersebut pada tahun 2015 terkait dengan praktik anti-persaingan.

Seperti diketahui, sebelum Alibaba, perusahaan Fintech Jack Ma, Ant Financial juga membatalkan untuk memasang pondasi di berbagai negara.

Hingga saat ini, Ant Financial juga tidak diketahui kapan akan menggelar IPO, karena perusahaan tersebut juga tunduk pada peraturan ketat oleh pemerintah Cina.

Seperti diketahui, Jack Ma telah menghilang dari publik selama 3 bulan setelah mengkritik sistem keuangan pemerintah Cina. Baru awal tahun ini, dia kembali muncul meskipun masih secara online.

Tidak ada perusahaan swasta besar untuk dihukum," kata Richard McGregor baru-baru ini, yang merupakan pengamat Lowy Institute.

Meski begitu, menurut Gregor tidak berarti bahwa perusahaan swasta akan lumpuh oleh Xi Jinping.

"Saya pikir Alibaba masih akan menjadi perusahaan besar dan Jack Ma tentu akan tetap menjadi pengusaha penting. Tetapi untuk saat ini sayapnya telah ditangkap," kata Gregor mengilustrasikan

Editor : Redaksi VIAKLIK.COM